SIROH NABAWIYAH DAN IMPLEMENTASI NYA DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM

OLEH Ahmadi Lubis, SS, M.Pd.

Ahmadi Lubis, SS, M.Pd. ( Sekretaris Yayasan Al Fida Bengkulu )


Yayasan Al Fida Bengkulu dikenal masyarakat luas sebagai yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan dakwah. Gelar yang biasa nya dialamatkan pada para pegawai Yayasan Al FIDA Bengkulu adalah Ustadz dan Ustadzah. Gelar tersebut jika dikaji secara mendalam, bahwa sebutan ustadz استاذ dalam bahasa Arab sering dialamatkan pada seseorang yang bergelar akademik profesor, gelar kehormatan yang ditujukan pada mereka yang punya jasa besar dan luas ilmu pengetahuan di bidangnya. Asal kalimat ini tak dikenal dalam bahasa Arab, namun diarabisasi kan, aslinya berasal dari bahasa Persia.


كلمة استاذ : هي من الكلمات التي تستخدم لاحترام الاخرين وعادة ما يطلق هذا اللقب على المثقفين من الكتاب والشعراء والمحامين وغيرهم، كما يعتبر من الألقاب العلمية التي تستخدم في التدرج الجامعي وهو مجموعة من الدرجات مثل أستاذ مساعد وأستاذ مشارك وأستاذ كرسي وأستاذ مُبَرِّز أستاذ زائر.

Semoga sebutan tersebut benar-benar membuat para pegawai Yayasan yang digelar ustadz atau asatidz tersebut memiliki ilmu dan wawasan yang luas seperti hal nya sang profesor. Ungkapan itu sesungguhnya merupakan taf’aulat, harapan dan sekaligus doa agar senantiasa para pegawai menjadi tauladan dalam segala aspek kehidupannya, khusus dibidang ilmu pengetahuan.

Yayasan Al Fida, dalam hal ini terus mendorong dan meningkat ilmu pengetahuan para pegawainya, selalu berupaya terus mengagendakan kegiatan yang akan menambah ilmu pengetahuan dalam menjalankan semua kegiatannya, terutama dibidang ilmu keislaman. Salah satu agenda rutin nya disebut dengan Inspirasi Pagi. Agenda ini diadakan 2 kali setiap bulan, dengan harap agenda Inspirasi pagi, sesuai makna nya, memberikan pencerahan yang menginspirasi bagi setiap pegawai yang diundang pada agenda tersebut benar -benar mendapat inspirasi, ide atau gagasan untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang membuat yayasan menjadi rujukan bagi masyarakat luas. Untuk itulah, saya memberikan ulasan singkat atas agenda Inspirasi Pagi yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Juli 2022.Pukul 08.30-10.00 WIB. Semoga ulasan ini berguna dan bermakna untuk kita semua nya


Tema yang disusun panitia pada agenda Inspirasi pagi kali ini, bagi saya sangat menarik dan sekaligus menantang, yaitu Siroh Nabawiyah. Ustadz Suherman, “Sang Profesor” menjadi inspirator bagi yang peserta yang hadir pada agenda tersebut. Beliau dengan lugas, luas dan lantang, bak air mengalir menguraikan Siroh Nabawiyah tersebut, sesekali diselingi dengan siroh sahabat juga. Banyak ilmu yang didapat dari uraian tersebut, tentunya bagi yang betul-betul memperhatikan denga menyimak dengan seksama. Sayangnya saya datang terlambat, bukan karena sengaja, namun karena ada janji dan kewajiban yang saya harus ikuti, ada agenda ujian seleksi menjadi Fasilitator guru penggerak. Kebetulan waktunya bersamaan, dan sudah izin dengan Ketua Yayasan. Oh, lupakan saja… mari kita lanjutkan ulasan Siroh Nabawiyah tersebut.

Siroh, dalam bahasa arab berasal dari kata سار yang berarti سلوك, laku kehidupan. Dalam al-quran Allah sebutkan سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا الأُولَى, ayat ini merupakan perintah Allah Swt kepada Nabi Musa agar mengambil dengan memegang tongkat nya yang berubah bentuk menjadi ular, dan akan kembali kepada bentuk atau rupa aslinya. Jadi, kata siroh berarti perilaku kehidupan. Siroh Nabawiyah, berarti perilaku kehidupan Nabi Muhammad Saw, begitulah Ustadz Suherman menceritakan nya, siroh bukan hanya menceritakan tanggal-tanggal atau peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Nabi hidup, kalau hanya sebatas itu, kata beliau, disebut Tarikh. Namun Siroh lebih jauh dan luas artinya, yakni seluruh kehidupan Baginda Nabi, mulai dari caranya bertutur, makan, minum, berpakaian, dan seterusnya.


Semoga saja para peserta yang hadir mendengarkan Siroh Nabawiyah tersebut, benar-benar terinspirasi, bahkan jauh dari itu mampu mengimajinasikan dipikiran nya, Sosok Nabi Mahammad SAW tersebut hadir dalam pikirannya dan hayal nya. Alangkah indah dan nikmat nya kehidupan orang-orang beriman kepada beliau saat itu, hadirnya sosok Abdul Ibn Umar, yang meniru gaya Nabi saya menunduk melewati unta nya, hanya karena melihat Baginda melakukan hal tersebut, begitu uraian Sang profesor Suherman. Saya, dan kita semuanya, sungguh nya hari-hari yang dilalui dalam kehidupan ini, di rumah tangga, dilingkungan kerja, ditengah masyarakat, merupakan siroh kehidupan yang kita ukir, dan itu akan menjadi siroh yang akan dikenang generasi berikut nya di masa yang akan datang.

Semakin baik laku kehidupan kita, maka semakin banyak siroh yang akan dikenang dari diri kita, sebagaimana Nabi dan Sahabat nya, hari-hari mereka masih hidup dalam jiwa dan pikiran kita, kebaikan-kebaikan sikap dan laku mereka menginspirasi generasi saat ini. Untuk itu, mari sama-sama mengukir siroh yang akan dikenang generasi berikutnya di masa yang akan datang… jalan kehidupan ini sudah jelas… Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya telah mencontoh cara mengukir siroh terbaik bagi umat nya.


Demikian semoga ulasan Inspirasi Pagi ini berguna dan bermanfaat untuk semuanya.

Bengkulu, 20 Juli 2022

Diposkan di YAF

Tinggalkan Balasan